Muhdan Syarovy Logo

Cara Saya Belajar Python

Oke, kita lanjutkan dari tulisan pertama saya tentang Python. Kali ini saya ingin berbagi bagaimana cara saya belajar Python dengan mudah, setidaknya menurut saya 😂. Saat ini saya belajar Python melalui salah satu platform kursus online.

Setelah mempelajari beberapa modul, apakah saya langsung paham semua sintaksis Python? Tidak. Karena tidak semua sintaksis bisa dipahami hanya dari satu sumber, sering kali perlu mencari dari tempat lain. Keuntungan belajar dari kursus online adalah modulnya sudah terstruktur, ada contoh kode, dan ada progres yang bisa dilacak per modul, semuanya dalam satu platform. Tapi di blog ini, saya ingin berbagi cara belajar Python yang saya kombinasikan dari berbagai sumber.

Blog ini murni media berbagi (sekaligus catatan pribadi), bukan platform kursus. Menurut saya, ada tiga komponen yang perlu disiapkan sebelum mulai belajar Python:

1. Pelacak kemajuan belajar

Di platform kursus, biasanya ada progress bar untuk memudahkan pemantauan. Tapi apapun metodenya, yang terpenting adalah niat dan konsistensi. Seperti saya, bisa dikombinasikan dengan cara apa pun agar lebih mudah dipahami.

2. Aplikasi untuk menulis kode (bagi pemula)

Untuk belajar mandiri, perlu mencari aplikasi yang mudah digunakan. Banyak developer menggunakan Visual Studio Code, tapi bagi pemula seperti saya yang pernah mencobanya, aplikasi ini tidak semudah yang dibayangkan. Pilihan yang lebih ramah pemula saat itu adalah IDLE bawaan Python atau Jupyter Notebook yang banyak dipakai di kursus data science.

3. Modul belajar

Di sinilah tantangan terbesarnya. Pada tahun 2020, sumber belajar Python dalam Bahasa Indonesia masih cukup terbatas. Kebanyakan materi berkualitas tersedia dalam Bahasa Inggris, mulai dari dokumentasi resmi Python hingga platform seperti Codecademy dan Udemy. Saya mengombinasikan beberapa sumber: kursus online terstruktur untuk fondasi, lalu YouTube untuk topik spesifik yang belum dipahami.

Untuk pemula yang baru mulai, sebaiknya pilih modul yang ringan dan tidak langsung terjun ke sintaksis yang rumit. Yang penting adalah terbiasa dulu dengan cara Python berpikir, yaitu bagaimana ia membaca data, menjalankan perintah baris per baris, dan memproses kondisi logika.

Karena latar belakang saya agronomi, tujuan belajar Python pun cukup spesifik: analisis data dan eksplorasi machine learning untuk pertanian. Jadi modul yang dipilih pun mengarah ke sana, mulai dari dasar Python umum, lalu perlahan masuk ke library seperti pandas dan numpy. Tapi itu cerita untuk tulisan berikutnya.

Yang paling penting menurut saya adalah membiasakan diri memakai Python sebagai alat kerja sehari-hari. Misalnya untuk mengolah data Excel, menghitung statistik sederhana, atau membuat grafik dari data lapangan. Kalau sudah terbiasa pakai Python untuk hal-hal yang memang rutin dikerjakan, lama-lama kemampuannya akan terbentuk sendiri tanpa terasa. Semoga catatan ini bermanfaat bagi yang sedang memulai perjalanan yang sama.