Penulis: Muhdan Syarovy, Sumaryanto, Syarul Nugroho, Valdi Muhamad Rafiansyah Siregar, Eka Wijayanti | Tahun: 2025 | DOI: https://doi.org/10.20961/stjssa.v22i2.94443
Ganoderma boninense, jamur patogen penyebab penyakit Basal Stem Rot (BSR), adalah ancaman terbesar yang dihadapi perkebunan kelapa sawit di Asia Tenggara. Penyakit ini tidak hanya mematikan pohon secara perlahan, tetapi juga merusak sistem perakaran yang vital sebelum gejala eksternal terlihat jelas. Di sinilah teknik mounding, penggundukan tanah di sekitar pangkal batang, muncul sebagai salah satu pendekatan manajemen yang menjanjikan, namun mekanisme kerjanya terhadap tanaman yang telah terinfeksi belum sepenuhnya dipahami.
Penelitian ini secara sistematik membandingkan respons tanaman kelapa sawit yang terinfeksi dan tidak terinfeksi Ganoderma terhadap perlakuan mounding. Tim peneliti mengukur perubahan sifat fisik dan kimia tanah di area mound, perkembangan sistem akar adventif yang tumbuh dari area yang ditimbun, serta berbagai indikator fisiologis tanaman, mulai dari laju photosynthesis, konduktansi stomata, hingga kandungan klorofil daun. Data dikumpulkan pada beberapa interval waktu untuk memahami dinamika perubahannya.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa teknik mounding memberikan manfaat nyata pada kedua kondisi tanaman. Pada tanaman yang tidak terinfeksi, mounding mendorong pembentukan akar adventif yang lebih banyak dan meningkatkan kapasitas penyerapan air dan hara, yang pada akhirnya tercermin dalam performa fisiologis yang lebih baik. Pada tanaman yang terinfeksi Ganoderma, mounding membantu mempertahankan fungsi fisiologis tanaman lebih lama dengan menyediakan zona perakaran baru yang bebas dari infeksi jamur di lapisan tanah bagian atas.
Berikut ringkasan faktor-faktor yang diteliti beserta peran dan tingkat pengaruhnya.
| Faktor | Peran dalam Penelitian | Kondisi / Konteks | Tingkat Pengaruh | Temuan Spesifik |
|---|---|---|---|---|
| Teknik Mounding | Intervensi agronomis utama yang dievaluasi, penggundukan tanah di sekitar pangkal batang untuk merangsang pertumbuhan akar baru | Diterapkan pada tanaman yang terinfeksi Ganoderma dan tanaman sehat sebagai pembanding | Sangat Tinggi | Pada tanaman terinfeksi: memperpanjang umur produktif dan mempertahankan fungsi fisiologis lebih lama. Pada tanaman sehat: mendorong lebih banyak akar adventif dan meningkatkan penyerapan hara |
| Ganoderma boninense | Patogen jamur penyebab penyakit Busuk Pangkal Batang (BSR), merusak sistem perakaran sebelum gejala eksternal terlihat jelas | Menyerang akar dan pangkal batang kelapa sawit di berbagai umur tanaman di Asia Tenggara | Sangat Tinggi | Ancaman ekonomi terbesar di perkebunan sawit Asia Tenggara. Infeksi sulit dideteksi dini karena kerusakan dimulai di bawah tanah sebelum pohon menunjukkan gejala layu atau mati |
| Akar Adventif | Sistem perakaran baru yang tumbuh dari area yang ditimbun, menjadi zona penyerapan aktif bebas infeksi jamur | Tumbuh di lapisan tanah atas hasil mounding, jauh dari pusat infeksi di pangkal batang | Signifikan | Kunci mekanisme kerja mounding: tanaman dapat membangun kembali kapasitas perakarannya di zona yang belum terinfeksi, menggantikan akar yang sudah rusak |
| Laju Fotosintesis | Indikator performa fisiologis tanaman yang mencerminkan kapasitas tanaman untuk menghasilkan energi dan biomassa | Diukur pada beberapa interval waktu setelah perlakuan mounding, musim kering dan hujan | Signifikan | Tanaman yang di-mounding mempertahankan laju fotosintesis lebih stabil dibandingkan kontrol tanpa mounding, terutama pada tanaman yang terinfeksi |
| Konduktansi Stomata & Klorofil | Indikator ganda status air dan kapasitas fotosintesis, mencerminkan kesehatan fisiologis tanaman secara keseluruhan | Diukur bersamaan dengan laju fotosintesis untuk gambaran fisiologis yang komprehensif | Terbatas | Kedua parameter menunjukkan perbaikan seiring dengan perkembangan akar adventif pasca mounding, mengkonfirmasi koneksi antara kondisi perakaran dan performa daun |
Temuan ini sangat relevan bagi praktisi perkebunan karena menawarkan strategi manajemen yang relatif murah dan mudah diimplementasikan. Meskipun mounding bukan obat untuk Ganoderma, teknik ini dapat memperpanjang umur produktif pohon yang terinfeksi dan mengurangi kerugian ekonomi jangka pendek.
Ada pertanyaan tentang penelitian ini atau pengalaman serupa di kebun Anda? Tulis di kolom komentar, kami senang berdiskusi.
Daftar Istilah
- Ganoderma boninense
- Jamur patogen penyebab penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) pada kelapa sawit. Menyerang sistem perakaran dan pangkal batang, dan bisa mematikan pohon secara perlahan.
- Busuk Pangkal Batang / Basal Stem Rot (BSR)
- Penyakit kelapa sawit yang disebabkan oleh Ganoderma boninense. Salah satu penyakit paling merusak di perkebunan sawit Asia Tenggara.
- Mounding
- Teknik penggundukan tanah di sekitar pangkal batang kelapa sawit. Bertujuan merangsang pertumbuhan akar adventif baru dan meningkatkan stabilitas pohon.
- Fotosintesis
- Proses tanaman mengubah cahaya matahari, air, dan CO₂ menjadi gula (energi) dan oksigen. Laju fotosintesis mencerminkan seberapa aktif tanaman tumbuh dan berproduksi.
- Stomata
- Pori-pori kecil di permukaan daun yang mengatur keluar-masuknya gas dan uap air. Saat stomata terbuka, tanaman menyerap CO₂ untuk fotosintesis sekaligus kehilangan air.

