Penulis: Winarna Winarna, Iput Pradiko, Muhdan Syarovy, Fandi Hidayat | Tahun: 2016 | DOI: https://doi.org/10.22302/iopri.jur.jpks.v24i1.5
Tanah gambut yang mengering, khususnya gambut yang terlalu kering akibat pengelolaan drainase yang berlebihan, dapat mengalami fenomena yang disebut hidrofobisitas: kondisi di mana tanah justru menolak air (water repellent) alih-alih menyerapnya. Paradoks ini sangat merugikan di perkebunan kelapa sawit karena menghalangi infiltrasi air hujan dan irigasi, memperparah kekeringan tanaman, dan meningkatkan risiko kebakaran lahan. Steel slag, limbah industri baja yang kaya mineral silikat dan kalsium, dievaluasi dalam penelitian ini sebagai bahan ameliorant yang berpotensi mengatasi masalah ini.
Steel slag mengandung CaO, SiO₂, MgO, dan berbagai mineral lain yang dapat bereaksi dengan asam-asam organik penyebab hidrofobisitas dalam gambut, sekaligus memperbaiki pH dan struktur tanah. Penelitian ini mengaplikasikan berbagai dosis steel slag pada plot gambut yang telah menunjukkan tanda-tanda hidrofobisitas, kemudian mengukur perubahan sudut kontak air dengan tanah (contact angle) sebagai indikator hidrofobisitas, serta sifat fisik dan kimia tanah lainnya seperti bulk density, pH, dan kapasitas tukar kation.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi steel slag secara efektif mengurangi hidrofobisitas gambut, sudut kontak air menurun signifikan pada semua dosis yang diuji. Selain itu, pH gambut yang umumnya sangat rendah (3,0–4,5) meningkat mendekati kisaran yang lebih optimal bagi pertumbuhan kelapa sawit. Sifat fisik gambut juga menunjukkan perbaikan, termasuk peningkatan bulk density yang mencerminkan pemadatan gambut yang lebih baik.
Berikut ringkasan faktor-faktor yang diteliti beserta peran dan tingkat pengaruhnya.
| Faktor | Peran dalam Penelitian | Kondisi / Konteks | Tingkat Pengaruh | Temuan Spesifik |
|---|---|---|---|---|
| Steel Slag sebagai Ameliorant | Bahan ameliorant berbasis limbah industri baja yang efektif mengatasi hidrofobisitas gambut | Diaplikasikan pada berbagai dosis di plot gambut yang telah menunjukkan tanda-tanda hidrofobisitas | Sangat Tinggi | Sudut kontak air (contact angle) menurun signifikan pada semua dosis yang diuji, mengkonfirmasi pemulihan kemampuan gambut untuk menyerap air |
| Hidrofobisitas Gambut | Paradoks berbahaya: gambut yang menolak air justru saat tanaman paling membutuhkan irigasi | Terjadi pada gambut yang terlalu kering akibat pengelolaan drainase berlebihan | Sangat Tinggi | Hidrofobisitas memblokir infiltrasi air hujan dan irigasi, memperparah stres kekeringan tanaman, dan secara dramatis meningkatkan risiko kebakaran lahan gambut |
| Perbaikan pH Gambut | Efek sekunder steel slag: mineral CaO, SiO₂, MgO bereaksi dengan asam organik gambut dan meningkatkan pH | pH gambut meningkat dari kisaran sangat rendah (3,0–4,5) mendekati kisaran lebih optimal bagi sawit | Signifikan | Peningkatan pH gambut membuka ketersediaan hara yang sebelumnya terikat pada pH ekstrem, manfaat berlapis selain perbaikan hidrofobisitas itu sendiri |
| Perbaikan Struktur Fisik Gambut | Peningkatan bulk density dan struktur gambut yang lebih stabil pasca aplikasi steel slag | Gambut dengan bulk density yang meningkat memiliki struktur lebih stabil dan risiko subsidensi lebih rendah | Signifikan | Gambut yang lebih padat dan stabil juga lebih mampu menopang tanaman dan menahan beban mekanis kendaraan operasional kebun |
| Industrial Symbiosis | Konsep keberlanjutan: limbah satu industri (baja) menyelesaikan masalah industri lain (perkebunan gambut) | Ketersediaan steel slag bergantung pada kedekatan dengan pabrik baja, perlu kajian logistik dan biaya | Terbatas | Implementasi skala besar membutuhkan kajian kelayakan ekonomi dan efek jangka panjang, namun pendekatan industrial symbiosis ini sangat menarik dari perspektif ekonomi sirkular |
Pemanfaatan steel slag sebagai ameliorant gambut merupakan contoh menarik dari pendekatan industrial symbiosis, memanfaatkan limbah satu industri untuk menyelesaikan masalah industri lain. Implementasi skala besar tentu membutuhkan kajian lebih lanjut tentang efek jangka panjang dan kelayakan ekonomi, namun hasilnya sangat menjanjikan.
Ada pertanyaan tentang penelitian ini atau pengalaman serupa di kebun Anda? Tulis di kolom komentar, kami senang berdiskusi.
Daftar Istilah
- Hidrofobisitas Tanah
- Kondisi tanah yang menolak air sehingga air sulit meresap ke dalam tanah. Sering terjadi pada tanah gambut yang mengering, dan menyebabkan stres air pada tanaman.
- Tanah Gambut
- Jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan organik yang belum terdekomposisi sempurna. Memiliki kandungan air tinggi tapi rentan mengalami subsidensi dan hidrofobisitas saat kering.
Sumber
Winarna, W., Pradiko, I., Syarovy, M., Hidayat, & F. (2016). Properties Improvement And Hydrophobicity Prevention Of Peat Soil In Oil Palm Plantation Through Steel Slag Application. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit. https://doi.org/10.22302/iopri.jur.jpks.v24i1.5


Leave a Reply